IKUT TRAINING MENULIS BERSAMA MBAK WIDYANTI YULIANDARI




Menulis bagi saya adalah sebuah pemulihan jiwa –kedua-, setelah ibadah. Sebutlah saya salah satu perempuan yang kagetan dalam menyesuaikan diri dari seorang anak mami yang kemudian belajar mandiri dan di anugerahi anak yang aktifnya kebangetan.

Tentu saja stress menjadi bagian yang tak terpisahkan. Terlebih dulu saya terlalu banyak ekspektasi, namun ilmu rumah tangga saja, saya belum mumpuni.

Beruntung saya sedikit hobi membaca, yang kemudian mendapat banyak informasi. Dan saya juga gemar menulis, yang kemudian jiwa jadi asik sendiri, setelah meluapkan nya dalam tulisan.

Ya, saya memilih menulis sebagai jalan ninja saya hahaha..

Setelah sekian tulisan retjeh yang telah saya publikasi kan, saya mulai jenuh begini-begini saja, merasa harus meningkatkan kemampuan menulis, begitu sih yang suami katakan, dia menyarankan saya mengikuti kelas-kelas yang tentu saja sesuai dengan kesibukan saya sebagai IRT.

Nah, kemudian qadarallah saya berjodoh dengan sebuah training menulis Bersama Mbak Widyanti Yuliandari dengan tema “Cara Asik Menulis Konten Berkualitas”

Training tersebut dimulai pada tanggal 15 Oktober 2019, jam nya sendiri fleksibel antara pagi-siang dan diskusi di malam harinya sekitar pukul 20.00 s.d selesai. Kelas berlangsung selama kurleb 2 mingguan, namun Alhamdulillah hingga saat ini kami beruntung masih mendapatkan pendampingan ekstra dari MbakWid, selaku mentor training tersebut.

Dalam training ini kami mendapat 2 materi utama dalam bentuk pdf yang dengan gambling dibahas oleh sang mentor, dan ada 4 tugas yang harus dikumpulkan sebagai tahap pemahaman materi, dan yang paling asik adalah sesi diskusi, serius.. di sesi ini kita bisa tanya apa saja lho ke Mbak Widyanti Yuliandari qiqiqi..

Meski mendapat beberapa cobaan “Hp ngeblank” ketika sedang mengikuti training ini, Alhamdulillah saya berusaha untuk memahami materi secara keseluruhan, dan mendapat insight baru, semangat baru..


CARA ASIK MENULIS KONTEN BERKUALITAS ALA MBAKWID

Secara garis besar, setelah mengikuti training ini menulis itu tak sekedar menulis biasa, ada beberapa poin yang akan membuat tulisan kita terasa berkualitas, berikut dapat saya simpul kan sebagai berikut :


1. MENULIS NEKAD, artinya segeralah mulai menulis, apa saja yang bisa ditulis seperti curhat atau mencatat berbagai urusan. Buat diri kita stabil dengan mengeluarkan segala unek-unek di kepala, menuntaskan urusan diri dengan menulis. Tidak harus di publikasikan, yang penting nulis, dan nekad!

2. MENGENAL MINAT, tulisan yang memiliki jiwa adalah tulisan yang dihasilkan dari kesenangan si penulisnya. Setelah sering menulis, minat akan terlihat dengan sendirinya. Pada training ini, MbakWid memfasilitasi kami dengan tugas atau pertanyaan yang membuat kami bisa mengenali apa sih minat kita sesungguhnya. Jadi mulailah temukan minat kita, dan tulis lah apa semua hal yang disenangi.

3. MENENTUKAN TEMA, dalam dunia blogging tema yang spesifik sangat dibutuhkan untuk membantu agar blog ter-indentifikasi oleh mesin pencarian Google. MbakWid, dalam training nya juga memberikan kami tugas yang sangat membantu kami menemukan tema spesifik, beserta riset kata kunci yang sesuai dengan tema pilihan.

4. MENEMUKAN SUMBER TULISAN, tahap ini bikin saya berasa nulis skripsi lagi hahaha.. Kalau sudah cinta, hal sepele seperti menulispun harus all out ya, supaya hasilnya juga penuh dengan cinta qiqiqi.. Sumber tulisan biasanya tergabung dari perpaduan sumber bacaan (bisa berupa buku atau artikel digital), pengalaman pribadi, dan hasil wawancara kepada seorang narasumber agar tulisan terasa begitu berbobot.

5. MEMBUAT OUTLINE, nah ini adalah ‘my big-big-big question’ halah! Alhamdulillah teorinya terjawab setelah mengikuti training ini, sedangkan prakteknya masih ‘tarsok-tarsok’ qiqiqi.. Gak apa-apa tho? Setidaknya diendapkan dulu, entar kalau udah bening, tinggal di aduk lagi hahaha.. apaan coba? Penasarankan? Cus deh, ikutan training nya MbakWid!

6. MEMBUAT DRAFT, inilah dia, step yang paling ‘mager’ buat dieksekusi. Masih jadi PR besar buat saya untuk bisa menaruh kegiatan menulis sebagai aktifitas prioritas dalam keseharian saya. Doakan saya istiqomah ya.. Hai ibu Isti qiqiqi..

7. MEMOLES TULISAN SEBELUM DI PUBLISH, jika sudah sampai tahap ini, bersyukurlah ini adalah tahap yang paling membahagiakan, bisa bikin mesem-mesem sendiri. Pastikan tulisan kita sudah layak untuk di share ke khalayak umum, sehingga personal branding kita bisa turut diingat oleh publik.

Jadi menurut saya, pengembangan diri itu perlu, contohnya menulis, mengikuti training-training semacam ini sangat diperlukan, banyak manfaat yang bisa didapatkan selain ilmu, teman baru dan insight baru. Semoga saya bisa terus meng-improve diri saya agar nantinya bisa kembali mengikuti training serupa guna menciptakan karya menulis yang lebih berkualitas.

Sampai jumpa di training Mbakwid selanjutnya ya, teman-teman..

Salam,
HENNY F LESTARI






0 Comments