SURAT CINTA UNTUK SUAMIKU


Our honeymoon moment

Untuk  : Suamiku, Mas Rino
Dari     : Istrimu, Henny F Lestari

"... Saya terima nikah Henny Fajar Lestari binti Teguh Wiana dengan mas kawin tersebut, tunai! ..." ucapmu lantang kala itu. (Tangerang, 17 Agustus 2014)

Aku tak tau waktu itu akan seberapa dahsyat makna dari ikrar yang kau telah ucapkan. Aku percaya saja bahwa setelahnya, surgaku akan terletak pada abdiku kepadamu.

Tidak terasa, tepat 4 tahun sudah kutempuh bahtera rumah tangga bersama kapalmu. Menghadapi badai, ombak, hujan dan pelangi kehidupan bersama. Begitu beruntungnya aku memiliki nahkoda sepertimu yang begitu sabar berkorban, mencinta, mengajari ku menghiasi diri dengan akhlak dan keikhlasan.

Ya, didepan sana akan masih banyak angin dan ombak yang akan menghantam kapal kita, dan tentu insyaAllah aku yakin jika bersamamu kita pasti bisa melewatinya.

Terimakasih karena telah menerimaku apa adanya diriku dari awal hingga hari ini, meski aku seringkali ceroboh bahkan pada hal-hal kecil..

Terimakasih untuk selalu mengalah, meminta maaf dan memulai baikan pada saat kita bertengkar, meski aku yang salah duluan..

Terimakasih untuk selalu berterimakasih atas hal payah, gak seberapa, yang aku lakukan untukmu, padahal kamu yang lebih banyak memberi..

Terimakasih untuk rasa pedulimu yang begitu besar terhadap anak kita, mencucikan ari-arinya, mengadzaninya, menjadi Ayah ASI, menidurkan anak, melantunkan shalawat, membacakan Quran untuknya, hingga menyuapi makannya.. Sungguh aku tergila-gila padamu, itu seksi sekali..

Terimakasih untuk meluangkan waktu sepulang kerja demi menemani dan bercengkrama dengan Rayyan, buah hati kita, meski ku tau kau sangatlah lelah..

Terimakasih karena kamu selalu memakan habis semua makanan sederhana yang aku masak, meski ku tau masakanku jauh dari kata spesial..

Terimakasih untuk selalu menjaga perasaan kami, kamu yang banyak memeluk, mencium, tersenyum, kemudian berkata bahwa semua akan baik-baik saja, meskipun ku tau beban fikiranmu begitu berat..

Terimakasih karena selalu sempatkan diri bertanya "gimana kabar dedek dan bunda hari ini?" setiap hari, sepulangmu bekerja..

Terimakasih karena selalu menguatkanku dan bilang "ayah tau peran bunda lebih capek 2x lipat dari peranku, bunda yang kuat ya, kita hadapi sama-sama, semua itu ada surganya"

Terimakasih untuk tidak main gadget, ketika membersamai kami..

Terimakasih untuk pengorbanan dan selalu memendam keinganan pribadimu membeli ini itu demi mendahulukan kepentinganku dan anak..

Terimakasih telah membanjiriku dan Rayyan dengan banyak cinta, juga untuk kata "i love you" yang tak bosan kau ucapkan setiap saat..

Suamiku, maafkanlah aku yang selalu egois, banyak mengeluh, tak jarang bilang lelah, padahal kamu yang paling berjuang. Kebawelanku kepadamu pertanda bahwa jiwaku sehat. Sifat cerewetku ini menandakan bahwa hidupku hanya berpusat padamu, lillahi ta'ala..

Thanks to be a wonderfull hubby. Terimakasih karena sudah menghargaiku, diatas segala-segalanya. Terimakasih telah buat hidupku begitu berarti. Terimakasih telah mengajarkanku banyak hal ajaib selama ini. It has been almost 4 years passed and I am so grateful to be your wifey..

Kami - aku dan Rayyan- dengan ikhlas mendoakanmu selalu sehat dan dipermudah dalam ibadah dan dilancarkan segala urusan. Semoga Allah selalu menjaga jiwa dan ragamu, agar selalu istiqamah dalam kebaikan. Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam menggapai cita-cita kita bersama, menua bersama, mendidik hingga menyaksikan anak-anak kita tumbuh menjadi insan yang bermanfaat. Kudoakan agar semua ketulusanmu membersamai kami akan jadi amal jariahmu, duhai suamiku..

Duhai Ayah dari anak-anakku, panggilah aku Bunda saat didepan anak-anak kita. Panggilah aku Honey disaat kita berdua saja. Just please keep be a wonderful hubby as you are, now and after..

Tangerang, 13 Desember 2018

Kecup lembut, dari Istrimu.

HENNY FAJAR LESTARI


#seflhealing
#menulisuntukdirisendiri
#tuntasdiri

6 Comments

  1. wah itu photonya cium-ciuman di tempat umum apa nggak ada yang iri? hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu cium-ciuman di tempat pribadi kok Kak, maklum pas momen honeymoon, jadi suka lupa diri qiqiqi.. paling yang liat cuma yang mampir ke blog ini :D

      semoga gak bikin iri, lebih ke ungkapan rasa syukur aja sama pasangan yang sudah Allah anugerahkan kepada saya..

      btw, makasih sdh mampir :)

      Delete
  2. Wah, mbak Henny sudah berumah tangga ya. Semoga saja awet, apalagi sudah punya anak.😃

    ReplyDelete