ME-TIME DAN MAKE-UP



Tadi pas lagi jalan-jalan ketjeh -sembari momong bocah- sama onty Friski Putri Anggorowati, ada ide kocak yang tersirat dari kami berdua. "Kita ikut les mek-ap yuk" wkwkwk..
.
Mumpung lagi ada waktu luang, kenapa enggak ya? Hanya saja, waktu luang yang kami miliki saat ini bukan untuk kepentingan pribadi kami semata. Me-time? Boleh banget, tapi selektif dalam memilih me-time yang bertanggung jawab itu sangat penting. Anak gak mungkin ditinggal-tinggal buat kepentingan pribadi yang notabene saat ini belum diperlukan (baca: make-up)
.
Suatu hari saya bertanya sama suami "Honey, kamu kok gak pernah protes aku gak dandan?" Suami menjawab "Lho, kok malah minta diprotes. Justru bagus bukan nya ya? Kamu rapih, kamu wangi aja Alhamdulillah kok. Karena aku tau, bocah kita superaktif, kamu pake kerudung cakep aja ditarik-tarik. Aku gak akan memberatkan kamu, aku udah tau cantiknya kamu tuh dimana, bahkan tanpa mek-ap" *nyesss asek, klepek-klepek.
.
Jadi kesimpulan saya (based on my point of view), kecantikan seorang istri sejatinya hanyalah suami yang berhak menikmati. Jikalau sang penikmat belum merasa kurang atas keadaan diri kita, maka pilihan ber mek-ap tebal belumlah menjadi suatu hal yang diperlukan untuk saat ini.
.
Akan ada masanya kita punya banyak waktu, ketika anak udah pada sibuk sama kesibukan masing-masing, contohnya ya sekolah. Nah, saat itulah waktu yang tepat buat nyibukin diri sama kebutuhan sendiri, karena yang utama adalah kepentingan anak, yang lain cuma sampingan. Inget JANGAN DIBALIK hehehe.. *toss dulu sama tante Putri.
.
Wahai kangmas masing-masing, nanti siapin dana nya ya, next project kita mau les vokal sama les bahasa perancis ya.. *moletcantik
.
#HENNYPIKA, me-time

0 Comments