5 BARANG YANG SELALU ADA DI TAS EMAK-EMAK

What's on my bag?

Bagi seorang wanita, ketika hendak bepergian baik jauh maupun dekat, membawa tas itu penting. Mengingat kebutuhan wanita yang multi tasking, dituntut bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu, maka tidak jarang malah jadi gampang lupa saking banyaknya yang dipikirin. Maka membawa tas adalah solusi tepat bagi seorang yang –terpaksa- multi talent sekaligus pelupaan seperti saya.

Dulunya saya adalah tipe orang yang gak mau ribet. Ngantor aja cuma bawa pulpen 1 sama kunci motor, saking cueknya kebangetan. Lalu saya pelan-pelan dibimbing oleh kang mas pacar (baca: suami) bagamana cara menjadi wanita anggun seutuhnya. Yak, betul.. Suamilah yang dulu memaksa saya untuk belajar kemana-mana bawa tas. Sepertinya dia niat banget mempersiapkan saya sebagai calon ibu buat anak-anaknya. Beginilah nasib saya sekarang, kemana-mana nge-gembol tas yang isi nya sebagian besar adalah berbagai stuff milik anak lanang tercinta.

Nah, urusan jenis tas yang biasa saya gunakan adalah saya suka tas gemblok sebenernya. Tapi karena gak fleksibel pada saat gendong bocah, terus mau ambil barang, susaah bener. Akhirnya pilihan saya jatuh pada tas slempang, selain simple, tas slempang juga memudahkan saya mengambil barang sewaktu-waktu, apalagi ketika sedang berada diperjalanan, di atas motor.

Namun, awal bulan kemarin, saya dikasih mandat sama paksuami buat beli tas baru. Ini mikirnya  keras banget, antara beli slempang lagi atau coba model lain. Eh paksuami nyeletuk ‘gak nyoba beli backpacker aja?’ Wah mendengar hal itu, saya jadi akhirnya matang memutuskan membeli tas gemblok, dengan harapan itu adalah sebuah kode dari paksuami, bahwa saya akan diajak backpackeran (lagi) *ngarep

Dan inilah dia, apa saja barang wajib yang biasa menghuni tas saya, baik ketika jalan-jalan jauh maupun jalan deket, ini dia:

1. DOMPET
Gak mengejutkan ya, kalo Cuma bawa dompet, semua orang juga bawa hahaha.. Selain fungsinya sebagai penyaimpan uang –yang kalo kemana-mana serba butuh uang- juga sebaga tempat menyimpan kartu-kartu penting, seperti KTP, ATM, kartu member, dsb.

2. PONSEL
Ini fungsinya jelas buat komunikasi, selain itu juga berfungsi sebagai alat bantu mencari ojek online kalok lagi jalan-jaln berduaan aja sama anak lanang.

3. MINUM
Bukannya pelit sih, repot-repot bawa minum yang notabene mudah sekali didapatnya di luar sana. Saya dan anak pecinta air putih, minum kami banyak, pernah juga trauma haus di tempat yang tidak ada tukang jual air minum, selain itu kalo udah diatas motor males mampir-mampir, kebanyakan berhenti dipinggir jalan. Jadi kami bawa minum memang untuk jaga-jaga saja, kalaupun habis dijalan, kami tetep beli minuman juga diluar. Paksuami memang tipe orang yang pandai mempersiapkan diri dalam banyak situasi. Lagi-lagi kebiasaaan bawa minum ini saya contoh dari paksuami tercinta.

4. CEMILAN & SUSU KOTAK
Setiap melakukan  perjalanan, kami selalu memastikan anak pergi dalam keadang perut kenyang terisi, jaga-jaga khawatir terkena masuk angin. Namun ketika dalam keadaan terburu, missal berangkat pagi-pagi sekali, sedangkan anak menolak diajak sarapa, maka mebawa cemilan dan susu adalah suatu keharusan.  

5. TISU BASAH
Tisu basah ini jelas serbaguna, baik buat anak, saya juga ayahnya. Gak mesti tisu basah sih, kadang tisu biasa juga oke. Selain untuk membersihkan tangan, atau kotor, tisu juga membantu suami mebersihkan wajah kucel selepas montoran dijalan.

Itulah dia apa-apa saja barang yang wajib saya bawa kemana-mana. Sesekali, kalo gak lupa, terkadang saya bawa lipstick dan bedak juga sih. Tapi ya.. bukan prioritas. Alhamdulillah begitu anak tumbuh besar, bawaan saya gak se-HEBOH dulu, jaman waktu anak maih dibawah setahunan. Semua kebiasaan baik ini, Alhamdulillah ditularkan sendiri oleh paksuami.

Kami memang pasangan yang aneh, sementara saya sebagai perempuan, cueknya parah, sedangkan suami saya orangnya perfeksionis banget. Mungkin itulah mengapa kami kini dipersatukan.

Yuk share juga apa yang ada ditasmu, Temans..

#Day8
#BPN30DayChallenge2018
#BloggerPerempuan

Demikian, dari saya.
Henny Fajar Lestari.

0 Comments