Prakata, hari ini saya lagi puasa minum kopi. Bismillah, dengan tidak mengandalkan kopi, dalam rangka mengikuti #BPN30dayChallenge2018 di hari ke 5 ini, semoga bisa membuat tulisan, seenggaknya minimal 500 kata. *pesimis duluan

Halo temans,

Mohon maaf jikalau blog saya ini kurang –visitor friendly– maklum baru aja belajar memasuki dunia per-blog-an, baru aja kemaren baca postingannya BPN di IG, dan baru ngeh ternyata blog itu kayak home sweet home, baiti jannati, bahwa sebagai tuan rumah saya tentu harus bisa ramah terhadap visitornya, rupanya di blog kita gak sekedar menulis tapi juga belajar beretika, oke noted sebelum lupa!

Bicara tentang media social, saya punya beberapa pengalaman baik positif maupun negatif. Semoga bisa bermanfaat buat temans diluar sana yang juga punya kegalauan persis seperti saya.

Awal saya kenal, sebut saja Medsos, adalah di tahun 2008, jaman masih sekolah, saya mengenal situs Friendster. Friendster sendiri saya manfaatkan sebagai ajang berkreasi dengan desainnya juga ajang cari teman yang memiliki hobi yang sama, sekedar nyari wawasan mengenai anime, dan banyak budaya jepang. Jaman sekolah dulu saya lagi seneng banget sama yang berbau jejepangan.

Tahun 2009, sudah lulus sekolah saat itu saya mengenal Facebook, dan PenPals. Kedua aplikasi ini juga kayaknya saat itu belum ramai pengguna deh. Tiap iseng cari temen, kebanyakan saya ketemu sama teman-teman dari luar Negara. Pengalaman paling mengasyikan karena saya bisa mengenal banyak teman-teman asing ini, sembari mengasah kemampuan berbahasa Inggris, kebetulan teman-teman asing tersebut pun juga bukan Native Speaker, jadi enak banget kalo diajak ngobrol, nyambung gak nyambung yang penting paham hehehe.. Karena kalau bicara sama Native itu gak pede babar blas.  

Hingga sekarang begitu banyak Medsos bermunculan, saya notabene gak maniak medsos, cukup ketinggalan jaman kalo ditanya apa yang lagi trending di jaman now, wong TV saja saya anggurin saja dirumah. Kupingnya ruwet kalau denger yang berisik-berisik. Seperti sekarang, sedang menulispun saya dalam keadaan sunyi, no music, no TV, and the baby is on his lovely napping.

Oh iya, ada keanehan pada diri saya semenjak hamil, melahirkan dan kini membesarkan anak lanang tercinta. Adakah temans semua yang punya pengalaman seperti saya, semenjak hamil saya tidak suka ‘bermain’ ponsel dan gadget lainnya. Bermain disini adalah memanfaatkan ponsel selain untuk berkomunikasi saja. Saya tidak suka nonton TV juga tidak suka mendengarkan musik. Mengingat jaman sekolah saya memang mempelajari ilmu perangkat lunak, sebelumnya saya adalah maniak gadget, terutama laptop.

Entah kenapa padahal saya suka menulis, sehingga hobi menulis saya sempat berhenti karena hal tersebut. Sedikit demi sedikit saya bangkitkan gairah bermedsos yang kemarin sempat hilang, dengan berkompromi pada diri sendiri bahwa “bermedsos tak apa, kita ambil saja manfaatnya, bukankah salah satu impianmu adalah menjadi pribadi yang bermanfaat? Maka niatkan saja pada kebaikan. Don’t be too worry about the world” Permisi ya Temans, itu ceritanya saya lagi dialog sama diri saya sendiri, *zoom in, zoom out

Oke, jadi benar. Ceritanya saya sempat kembali ke jaman purba, hidup tanpa ‘dunia’, banyak sekali positifnya. Tapi ternyata, saya jadi too lazy dalam menggapai impian saya. Pokoknya perang batinlah, makanya saya mulai nulis lagi nih, berharap saya jadi makin bijak dalam bermedia social, mohon dibantu yak temans J

Dan sampailah kita pada sesi, dampak positif dan negatif dalam bermedsos berdasarkan pengalaman saya pribadi, berikut ringkasannya :


DAMPAK POSITIF MEDSOS

1. Menambah wawasan dan pengalaman

2. Memudahkan kita dalam mencari berbagai informasi secara actual

3. Bertemu teman lama dan mengenal teman baru

4. Media membuka dan mengembangkan usaha

5. Sumber penghasilan

6. Bikin hidup makin positif

7. Menyalurkan hobi

8. Bertukar informasi


DAMPAK NEGATIF MEDSOS

1. Sulit membedakan yang baik dan benar, maraknya Hoax membuat saya pusing sendiri, terlebih saya adalah seorang ibu, yang kelak akan jadi ‘google berjalan’ nya anak-anak.

2. Menghabiskan waktu dengan percuma, ini seringkali merugikan saya yang sejatinya punya segudang acara dan sedikit waktu luang.

3. Menyebabkan penyakit hati, disaat lagi gak bisa kemana-mana eh liat artis jalan-jalan ke inggris, keluar deh tuh penyakit hati.

4. Menyebabkan kebiasaan konsumtif, yang tadinya gak butuh tas eh..liat orang dagang tas kepingin beli, gak mangpaat banget numpuk tas, padahal kalo pergi-pergi bawa mah Cuma satu.


Itulah tadi pengalaman saya dalam bermedsos. Media sosial bagai pisau bermata dua, disatu sisi penuh manfaat disisi lain bisa menyakiti dan merusak, maka bersama tulisan ini saya mengajak temans semua, bersama-sama agar bijak memanfaat beragam media social yang tersedia. Ambil manfaat sebanyaknya, tinggalkan mudharatnya, selain itu jangan sampai kita merugikan orang lain. Apalagi jika kita adalah seorang ibu, mari contohkan hal baik kepada anak-anak kita.

Anak-anak tidak menyerap banyak apa yang kita ucap dan teriakan, mereka justru menyerap banyak apa-apa yang kita teladankan.

#BPN30DayChallenge2018
#BloggerPerempuan

HENNY FAJAR LESTARI