JIKA PUNYA WAKTU BERDUA SAJA DENGAN SUAMI


.
Kami BUKAN pasangan LDR, setiap hari udah pasti ketemu dirumah, hanya saja kami sehari-hari nya bersama sebagai pasangan ‘ayah dan ibu’. Perhatian kami lebih banyak terpusat pada anak, juga apa yg kami diskusikan lebih banyak tentang urusan anak. Saya sadar sangat jarang sekali memperhatikan suami, pun demikian juga suami. Meski kami tak terlalu mempersoalkan, namun jika ditanya maukah punya waktu ‘berdua’ tanpa harap-harap cemas memikirkan ‘nanti anak gimana?’. Absolutely, yay! Tentu kami punya sedikit impian.

Nah.. @AndalanKontrasepsi bertanya nih dalam #120manticplan-nya, punya rencana apa sih kalo punya waktu 120 jam bersama pasangan? Aku speechless ya, karena bisa punya waktu berdua 24 jam saja dengan pasangan, aku sudah jungkir balik kegirangan, apalagi 120 jam a.k.a 5 hari? Mungkin aku akan salto sambil bilang, oyeee!




Tentu saja kami akan mengulang honeymoon 4 thn yg lalu saat kami masih berdua saja. Bukan nya gak bisa move on ya, bukaan! Karena disaat itulah byk impian terwujud. Masa dimana kami merasa tuntas berbahagia berdua, untuk kemudian ‘siap’ melanjutkan hidup ke level yg lebih ‘challenging’ yaitu menjadi seorang Ayah & Bunda.

Hal pertama adalah melakukan sebuah perjalanan santai, keistimewaannya adalah agar tercipta suasana beda dari rutinitas kami sehari2. Naik kereta, saling bercengkrama, mengobrol pelan & santai, saling mendengarkan, menceritakan perasaan yg terdalam, menggenggam tangan, lelah kemudian tertidur dipelukan suami. Terlebih ketika keretanya penuh sesak, tidak dapat kursi, & harus berdiri, bisa pegangan gelendotan curi-curi pelukan suami di tempat publik qiqiqi.. What a crazy sensation!

Kemudian menginap di suasana pedesaan yg dingin. Makan malam romantis, saling menyuapi, saling memperhatikan & tak bosan mengenang cerita masa masih berdua dulu. Jalan-jalan menikmati aneka spot menarik di sekitar penginapan hingga larut malam.

Hari berikutnya, rekreasi, berkunjung ke byk objek wisata, berfoto sepuasnya. Begitu lelah, pulang untuk kemudian bersantai di kamar, membuat game konyol berdua, menonton byk film romantis ataupun thriller, perang bantal, kemudian bermesraan.

Besoknya, melakukan aktifitas fisik yg kami minati bersama: naik gunung, berlarian ditempat yg lapang, menunggang kuda, sapi atau onta. Sorenya menikmati sunset & menyeruput teh hangat, sambil berdiskusi santai perihal anak & masa depan bersama, kemudian bermesraan. *idih, ini niat amet sih! Qiqiqi..

Begitu aja terus, sampe kaget kebangun dari mimpi, gegara muka ketendang kakinya si Dedek. Begitulah, Dek.. Ayah sama Bunda memang punya kenangan berdua yg begituuuu indah, jika ada kesempatan untuk mengulang, tentu Dedek akan jadi bagian daripada nya. Kita akan buat cerita baru seindah dulu, lebih seruuu, Tentang Ayah, Bunda & Kamu!

Jadi so sweet sendiri ih.. qiqiqi..

Ceritain plan mu juga yuk, temans..

HENNY F LESTARI



0 Comments