LEGENDA WISATA BATURADEN – BANYUMAS, ONE OF THE WONDERFUL INDONESIA


Kali ini saya mau menceritakan pengalaman ‘main agak jauh sedikit’, yaitu pengalaman saya ketika mengunjungi salah satu wisata favorit di kabupaten Banyumas, yang terkenal dengan panorama alamnya yang cantik serta sejarahnya yang melegenda.

Banner selamat datang di Baturaden

Sebelum memulai trip, saya menyempatkan diri berkeliling kota menikmati beragam kuliner khas Banyumas seperti Getuk Goreng, Sroto Sokaraja, Tempe Mendoan, Sate Kambing Muda dan banyak lagi.

Berkeliling sekitaran Purwokerto – Banyumas, membuat saya sedikit menyimpulkan, meskipun bukan tergolong kota Besar seperti layaknya Kota Jakarta, dari banyaknya perguruan tinggi yang cukup banyak ditemukan, kota ini tampak religius serta berkembang pesat dengan pendidikannya. Tata kotanya juga tak kalah rapih, terlihat dari kebersihan dijaga oleh masyarakat sekitarnya.

Dari Sokaraja (tempat saya menikmati kuliner tadi), akses jalan menuju Baturaden cukup mulus beraspal. Jangan khawatir tersesat karena, akan terbantu sekali dengan banyaknya markah jalan yang siap memandu kita menuju objek wisata yang diinginkan. Jika mendapati jalanan yang menanjak, sebaiknya lebih berhati-hati, dan tandanya kita sudah hampir mendekat ke Baturaden.

LEGENDA BATUR DAN RADEN

Patung Lutung Kasarung

Sebagaimana wisata yang memiliki legenda, Baturaden ini juga punya loh! Actually, this is not a happy ending story, but inilah cerita yang melatar belakangi asal muasal penamaan Baturaden.

Berasal dari 2 kata Batur dan Raden (huruf ‘r’ nya hilang satu –mungkin– demi mempermudah pengucapan atau penulisan). Batur yaitu pembantu dan Raden yang berarti majikan, singkat cerita ini adalah kisah cinta nan terlarang antara pembantu dan majikannya yang tidak direstui oleh sang ayah pihak perempuan sebagai ‘Raden’ nya. Ini sebuah kisah kerajan loh ya, jangan bayangkan ini kayak di sinetron-sinetron azab jaman now qiqiqi.. Selengkapnya silahkan googling ya, temans.

Sehubungan dengan letaknya yang berada di lereng gunung Slamet, membuat Baturaden menjadi objek wisata yang memiliki udara dan panorama yang sangat sejuk, khas udara pegunungan.

HTM DAN OBJEK INSTAGRAMABLE

Baturaden ini, bikin saya norak. Hampir disetiop spot itu kece banget buat di foto, pun ditempat loket pembelian tiket, saya gak malu-malu minta foto, meski ada Bapak-Bapak penjaga loket yang ikut terfoto.

Tidak sampai merogoh kocek dalam-dalam (nya) para pengunjung, cukup dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 14.000/perorang, kita sudah dapat menikmati berbagai wahana dan keindahan menarik yang disuguhkan oleh Baturaden.

Sebelum pintu masuk ada tiga patung Semar, Petruk, dan Bawor, yang yang akan menyambut pengunjung sebelum memasuki area Baturaden. Patung ini merupakan icon khas yang dimiliki objek wisata ini.

Begitu masuk di area pertama, pengunjung akan disuguhkan oleh 5 objek unik ini:

1. Sepasang patung penari lengger yang merupakan tari tradisional dari kabupaten Banyumas

2. Taman yang asri nan hijau bertuliskan Baturaden

3. Patung Macan Jawa (sepertinya itu beneran tubuh macan yang diawetkan deh, hiyy)

4. Lukisan timbul, yang mengisahkan sejarah awal mula Baturraden

5. Arena bermain anak-anak

Terdapat pula air mancur buatan yang menjulang tinggi, juga jalur tangga yang tersusun apik, mengalir air disela-selanya.

Air mancur buatan, yang menjulang tinggi

Terdapat pula bunga-bunga berwarna-warni yang sedang bermekaran.

Harus berapa kali lagi saya bilang ini 'cantik'? view nya lho.. view nyaaaa

Susunan unik bebatuan, yang juga di aliri air sungai. What a greget! bikin pengen nyebur!


Kali dibawah jembatan gantung, wajib foto, instagramable banget, berasa ada didalam cerita 7 bidadari lagi mandi qiqiqi..

Oh, ya.. Kami sempat menikmati kuliner nya juga loh : sate kelinci, sate ayam, mendoan hangat yang pas sekali mengisi kekosongan hati saya, eh.. perut saya maksudnya. Dengan porsi yang pas dan harga yang gak menguras isi kantong, menu ini pas banget dipilih. Lokasinya disekitaran air mancur, dibawah anak tangga menuju Pancuran Telu.

Sate kelinci, agak-agak meringis gak tega makannya, tapi enak kok dagingnya lembuuut..

PANCURAN PITU

Setelah mata dimanjakan oleh pemandangan hijau sejuk nan asri, dan perut dimanjakan dengan kuliner khasnya, kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang lebih menantang, yaitu Pancuran Pitu (Pitu, bahasa Jawa yang berarti tujuh). Sesuai namanya, akan ada sumber air panas yang mengalir melalui tujuh pancuran. Kenapa menantang? Karena akses menuju lokasi tersebut sungguh sangat mengagumkan mata. Saya yang notabene hanyalah kucing anak rumahan, yang gak pernah main jauh, merasa norak dan tak henti-hentinya terkagum akan indahnya suasana menuju Pancuran Pitu.
 
Cantik ya.. bunganya sih hahaha..

Dengan menempuh jalur sejauh 2.5 KM, segala keraguan akan segera sirna, pengalaman naik gunung untuk pertama kalinya, saya dapatkan disini. Jangan diketawain ya, ini berat loh buat saya, jarak segitu jauhnya ditempuh dengan jalan kaki, hampir saja menangis kelelahan dibuatnya. *Saran saya, jika tidak pingin kecapean, sebaiknya menyewa mobil angkutan khusus yang telah disediakan oleh pihak setempat atau bisa juga menggunakan kendaraan pribadi.

2,5 KM menuju Pancuran 7, jauh juga ya..

Lalu, apakah saya menyesal berjalan kaki ketempat itu? Tentu saja tidaaak! Saya akan rugi malahan jika harus melewatkan kesempatan untuk menyatu dengan alam yang indah nan permai.

Gak berniat mendaki awalnya, modal nekat. Gak prepare banget!

Menaiki ratusan anak tangga yang terus menanjak, melewati sungai kecil, pohon-pohon ramping yang menjulang tinggi, suara burung dan hewan hutan menambah sensasi sunyi khas Petualangan Sherina, “yes.. I really feel that, Sherin!” ucap saya pada kaset VCD usang.

*Sebaiknya jangan mendaki sendirian, bergabunglah dengan rombongan, karena hasil kenekatan saya waktu itu, saya hampir menangis karena nyaris tersesat dan kelelahan ditengah perjalanan.

Amit-amit ya, padahal lagi panik, khawatir tersesat tapi masih bisa cengar-cengir difoto.

This is it! Pancuran Pitu, untuk bisa memasuki kawasan, dikenakan biaya HTM sebesar Rp. 10.000/perorang.

Pancuran Pitu (Pitu = Tujuh)

Ini awalnya saya agak speechless dibuatnya, rasa capek yang dirasakan serasa belum terbayar hanya dengan melihat sebuah tampilan tujuh pancuran dengan warna bebatuan yang berwarna kuning kecoklatan bak lukisan 4 dimensi, yang masing-masing dialiri oleh sumber air panas, yang tadinya saya pikir objek ini bakal gedeeee banget, ternyata kecil ya qiqiqi..

Jangan dulu berkecil hati, temans. Yuk kita otewe menuju objek selanjutnya yang gak kalah mengaggumkan. Dijamin terobati deh pokoknya. Oh iya, sebelum melanjutkan trip, silahkan menikmati fasilitas pijit kaki yang ada tersedia disekitaran pancuran pitu, pas bangetlah pokoknya, emang rata-rata pada oleng juga ya sehabis melewati jalur menuju kesini.

GOA SELIRANG

Terdapat papan kayu yang bertuliskan Goa Selirang

Masih satu lokasi dengan Pancuran 7, ada sebuah tangga menurun mengikuti aliran air, lalu kami menuruninya. Terdapat sebuah pemandangan menakjubkan. 

Hijau, sejuk dan asri benar-benar memanjakan mata.

Ayoo majuu terus, sebentar lagi sampai kok!

Berdiri tegak dibawah aliran air ini, membuat saya merasa ada di sebuah negeri dongeng.

Lalu ada sebuah tebing berwarna kuning kecoklatan yang cukup tinggi dialiri oleh air yang seolah beruap panas, sungguh.. ini sangat indah sekali. 

Agak sedikit berhati-hati ya, karena lumutnya basah dan sangat licin.

Selanjutnya bergeser sedikit, ada juga tebing lumut berwarna hijau di sebelah kanan yang tak kalau memukau, beruntungnya saya pernah berada di tempat ini. 

Cerita saya di atas hanya sekilas keindahan yang dapat ditemui di Baturraden. Sebenernya masih banyaaak banget spot-spot menarik dan menatang lainnya di kawasan Baturraden yang belum sempat tersentuh waktu itu. Waktu serta tenaga yang terbatas, memaksa kami untuk lekas pulang dan beristirahat. Semoga lain kali bisa mendapat kesempatan untuk kembali menjelajahi pesona keindahan Baturaden.

Kombinasi antara ciptaan Tuhan dengan kreativitas tangan manusia menghasilkan Baturaden yang menakjubkan. Mau bukti? Yuk main-main kesini!

Indonesia memang Indah ya! What a Wonderful Indonesia!

Buat temans yang juga punya cerita menarik tentang indahnya Indonesia, yuk ikut partisipasi dalam Wonderful Indonesia Blog Competition di blog kalian. Info lebih lengkap silahkan klik posternya ya!

Klik disini untuk berpatisipasi!

Demikian dari saya, traveler nanggung, doyan jalan tapi gak kuat capek :D
Henny F. Lestari

Ps. Spesial thanks buat Bang Rino, tanpamu tak akan ada kisah kereen ini! #wonderfulindonesia

2 Comments

  1. Nice view Mba..
    Hijau dan sejuk banget kayaknya..
    Belum pernah sih ke Banyumas,soalnya gak ada kenalan jg disitu,padahal pingin kesitu juga..

    ReplyDelete
  2. Baturaden, kampung halaman ku.. jadi kangen rumah..

    ReplyDelete