CERITA PERTEMUAN DENGAN SUAMI


First time selfie

Ini adalah cerita yang bahkan gak pernah saya ungkapkan secara langsung ke suami. Gengsi lah, dia kan tau nya saya ini susah diperjuangkan qiqiqi.. “Kamu kan yang niat banget ngejar-ngejar akuh, naksir kok maksa!”

Anggaplah ini pengakuan, awalnya aku tak suka, tapi ternyata aku makin cintaaa. *besok transferannya lebihin yah, Yank! *eeaaak

Pertemuan kami bermula 7 tahun yang lalu, saat itu adalah baru hari kesekian saya bekerja sebagai staf administrasi yang bertugas membuat beberapa dokumen, saat itu pula adalah kali pertama saya bekerja disebuah perusahaan, saya sangat canggung dan terkesan culun.

Tiba saatnya saya berkeliling untuk mendapatkan approval beberapa PIC yang terkait dengan dokumen yang saya buat saat itu, yaitu kepala gudang dan supervisor.

Saya agak males-malesan menuju gudang, mengingat gudang adalah tempat berkumpulnya pria-pria biang kerok, saya seperti sudah tau betul apa yang akan terjadi jika saya pergi ke gudang sendirian, huh!

Dan benar saja, saat saya memasuki pintu gudang, sudah terdengar suara berisik, suit-suit, hingga kata-kata ganjen yang membuat saya risih. Sungguh saya bukan tipe orang yang suka menjadi pusat perhatian, Karena saya tahu diri, mereka menggoda bukan karena saya cantik ataupun menarik, ‘suit-suit’ mereka membuat saya merasa ter-bully.

Dalam kondisi seperti demikian –meski hanya gangguan verbal– saya risih dan ingin menangis, ingin segera saya tuntaskan tanggung jawab ini dan segera kembali ke ruang tempat saya bekerja.

Bingung, clingak-clinguk, mau nanya malah nanti jadi makin di bully, akhirnya saya percepat langkah dan akhirnya menemukan ruang kepala gudang yang saya cari. Setelah pintu diketuk, munculah seorang mas-mas yang mengaku bahwa dialah kepala gudang yang saya cari.

Bayangan awal saya kepala gudang itu identik sama seorang bapak-bapak berbadan tambun, tua dan bersahaja. Namun yang saya temui justru seorang mas-mas, bak anak kemaren sore.

“kamu cari saya?’ Tanya kepala gudang tersebut. Saya hanya mengangguk, sembari menyerahkan sejumlah dokumen yang mesti ia tanda tangani.

“kamu kenapa? Kayak mau nangis?” tambahnya lagi, saya hanya menggeleng. Lalu ia keluar ruangan dan membentak seluruh karyawan gudang yang ada diluar kantornya.

“Heh, kalian jangan ganggu admin baru ya! Cah ayu ini, punyaku!” teriaknya, disambut sorakan para karyawan. Aku makin merasa ter-bully, bosnya ternyata sama kacau nya. Aku bergegas pergi setelah mendapat tanda tangan, dan syukurlah sejak saat itu saya tidak lagi di goda oleh para karyawan biang kerok tersebut.   

Saya mulai menikmati alur pekerjaan saya saat itu, meski itu adalah kali pertama saya menjalankan pekerjaan sebagai staf admin dan meski juga saya sering melakukan kesalahan dalam membuat dokumen, semua divisi memaklumi serta selalu membantu saya menguasai SOP.

Beberapa bulan berlalu, ketika saya mulai nyaman dengan kerjaan dan penghasilan, saya mendapat kabar bahwa perusahaan mengalami gejala failed, dan berencana akan mengurangi jumlah karyawan, aah.. itu pasti saya.

Benar saja, karyawan baru yang bekerja dibawah 5 tahun akan di PHK satu persatu. Meski kecewa, saya bersyukur, saya mendapat pengalaman yang begitu berharga disini, diperlakukan dengan baik, tidak ada persaingan kerja, tekanan kerja maupun peraturan kerja yang ketat, mereka juga sangat memaklumi bahwa saya sambi berkuliah dan sering memberi saya dispensasi kerja berupa kebebasan pulang teng-go! dan cuti seenak jidat, alih-alih saya sebagai mahasiswa kelas malam. Bahkan dihari saya di PHK pun, mereka melakukannya dengan etika yang baik, meminta maaf, berterimakasih dan diminta untuk tetap keep in touch setelah ‘keluar’, saya juga diberi ‘pesangon’ dengan jumlah yang tidak sedikit, padahal masa kerja saya hanya terhitung 4 bulan saja. Hihihi.. itu kerja apa PKL yak..

Finally, saya resmi berhenti bekerja dari perusahaan tersebut. Tiba-tiba saya dihubungi seseorang. Ternyata itu adalah si mas-mas kepala gudang yang waktu itutuh. Dalam teleponnya dia juga ikut-ikutan meminta maaf dan berterimakasih. Ketika saya bertanya minta maaf untuk apa dan berterimakasih untuk apa, dia menjawab “terima kasih sudah datang dalam kehidupan saya yang monoton ini dan mohon maaf saya tidak gerak cepat buat bilang kalo saya suka sama kamu” *ciyyyeeeelah *gombalkeset

Sejak saat itu kami memulai perkenalan dan dia mulai ngejar-ngejar saya selama beratus-ratus tahun wkwkwk.. *girangbener

Dan sekian, sesuai judul, itulah cerita pertemuan kami :3

Tidak ada yang menarik buat siapapun dari cerita diatas. Namun ada memori yang sengaja tersirat. Saya adalah seorang introvert garis keras. Hanya berusaha tau diri, bahwa gak banyak yang bisa terima saya sebagai saya apa adanya, because I’m too weird, physically and mentally. Sebagian bilang saya terlalu hitam, kurus and ugly. Sebagian lagi berkata, aku itu aneh, gak jelas dan gak nyambung di ajak ngobrol.

I don’t know where I put my mistake to them, aku bahkan terlalu takut menyakiti fisik dan hati orang lain. They did body shaming to me, perkataan mereka terus melekat dibenakku seiring aku bertumbuh besar. Aku bersyukur, hal ini membuatku menjadi pribadi yang tertutup, dengan cara ini Allah melindungiku dari kehidupan liar remaja. Aku benci setiap lelaki, dan hampir saja berniat untuk tidak menikah saja.

Hingga di usiaku yang ke 24 tahun, aku telah bertemu dengannya, aku tak percaya akhirnya aku menikah. Tidak masalah jika dulu aku adalah seekor angsa buruk rupa, itu adalah cara Tuhan men-seleksi, bahwa itik untuk itik dan angsa hanyalah untuk angsa.

Aku tak pernah se-berdesir ini saat disebut “cantik” oleh seseorang, yaitu Suamiku.

***

Malam jumat kemarin, aku bertanya sambil malu-malu, mauuu (qiqiqi..)

“Honey, kamu tau kapan pertama kali hatiku berdesir karenamu?”

“Hmm, gak tau deh! Mungkin waktu malam pertama kali” ucapnya setengah sok cuek.

“Saat dulu pertama kali kamu menyapaku ‘cah ayu’, ingat?” ucapku setengah berbisik, ia menoleh, senyumnya menyimpul, hidungnya mekar kembang kempes.

“aaah aku udah menduga, kamu ternyata jatuh cinta pada pandangan pertama juga kan?’ tubuhnya bangkit bak harimau keroncongan.


Kamipun saling cakar-cakaran karena gak mau mengaku bahwa betapa kami saling sayang-menyayangi <3



#seflhealing
#menulisuntukdirisendiri 
#tuntasdiri

2 Comments

  1. Jodoh memang tak akan kemana, ya mbak. semoga langgeng selalu dengan masnya yang sudah beratus ratus tahun mengejarmu :)

    ReplyDelete
  2. qiqiqiqi...
    aah, aamiin.. jadi malu nih saya Mbak Dewi..

    Terimakasih sdh mampir :)

    ReplyDelete