ATMOSPHERE



Kami tinggal di area pemukiman biasa. Juga tinggal dekat dengan orangtua. Kami jarang berinteraksi penuh dengan tetangga. Hanya sesekali mengobrol dan menyapa, karena saya merasa kurang nyambung sama obrolan ibu-ibu disini. Terlebih saya orangnya kurang pandai berbasa-basi dan introvert akut, lebih suka menjawab langsung ke poin saja, sehingga tiap mengobrol saya merasa seperti ******

Mayoritas disini tipenya closed-minded person, wah.. jika sudah begitu, saya gak pingin lebih banyak berekspektasi. Mundur teratur saja dulu, perbaiki adab diri, perdalam ilmu, tunggu sampai Allah memberi panggung.

Juga suatu kebetulan yang sangat apik, kami tinggal dekat dengan Taman Kanak-Kanak, Paud juga Posyandu, letaknya tepat didepan tempat tinggal kami. Harusnya dengan semua "kebetulan" tersebut, potensi yang saya miliki bisa tersalurkan dengan baik, namun saya belum sampai pada titik tersebut.

Bagaimana lagi, saya tidak merasakan sensasi ‘sparks joy’ apapun disini. Saya yakin ada hikmah kenapa kami ditakdirkan tinggal di rumah yang sekarang, tapi sampai saat ini kami belum berhasil menemukannya. Semoga segera dibukakan petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

#seflhealing
#menulisuntukdirisendiri
#tuntasdiri

2 Comments

  1. btw tos dulu mba saya juga jarang bersosialisasi sama tetangga2..udah tebal ni telinga dibilang sombong lah ini lah,,,tapi emg sayanya yg kurg nyaman di keramaian..ya begitulah nasib introvert

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waa Tossss dulu!

      Semoga kaum introvert macam kita segera dibukakan kesempatan untuk bisa bermanfaat buat sesama ya, anytime, anywhere..

      Termakasih Mba izzawa sudah mampir :)

      Delete