KOMUNIKASI EFEKTIF PADA ANAK, SINGKAT DAN SEDERHANA


HUJAN

((KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK))



Siang ini, hujan turun. Rayyan yang baru saja saya ajak pulang dari bermain ditempat embahnya, begitu sadar hujan baru saja turun, meminta kepada saya “Bunda, boleh main hujan ya Bunda?’

Waduh, bakal repot nih, pikir saya dalam hati. Niatnya kan bocah aktif ini mau saya ajak bobok siang, berhubung sudah lewat waktu zuhur. Dan sudah masuk jam capek saya juga. Eh, dia malah minta main hujan, duh.. Gusti.. Terbayang sudah baju basah, kotor kena becekan, harus mandi keramas lagi, belom lagi khawatir ia terkena batuk flu atau demam. Kalau pikiran sudah se-lebay ini biasanya saya langsung mencak-mencak, spontan mengeluarkan kalimat yang tidak produktif “GAK BOLEH! Dedek mau entar batuk pilek lagi, banyak cacing tau di tempat becek!”

Beruntung, Allah anugerahkan saya kesempatan belajar dan kebetulan dihadapkan kembali pada situasi yang sebetulnya sering saya lalui, hanya saja kali ini Allah ingin saya memperbaiki diri, berdamai dengan diri dan memperbaiki komunikasi saya pada anak shalih ini.

“Boleh ya Nda, boleh ya. Dedek kan udah makan, udah minum pitamin, dedek baca bismillah Nda, biar dijaga sama Allah, entar kumannya kepanasan” ucapnya excited, dengan mata belo nya yang membulat lucu.

MasyaAllah.. seringnya ia bahkan yang mengingatkan saya bahwa segala perlindungan itu datangnya dari Allah.

Oke, bhaiquelah.. Tarik nafas, hembuskan.. Dengan menerapkan kaidah “Intonasi Suara” saya coba mengatur volume suara dan menahan suara agar gak mbek√©r (istilah jawa dari suara kuda yang melengking)

“Okey, dedek boleh main hujan. Tapi cuma 5 menit aja ya, gak boleh main dekat got, bahaya. Janji habis main hujan kita mandi, keramas sama minum susu anget ya, habis itu kita bobok” ucap saya ((berusaha)) selembut mungkin memberi syarat.

“yey. yey, yey, yey.. main hujan.. main hujan!” ucapnya senang, tanpa ‘entah’ mendengar syarat yang saya ajukan atau tidak.  Seharusnya saya disini menerapkan kaidah “Keep Information Short & Simple” tapi lupa hehehe.. Well, we will try next moment.

Hikmah yang saya dapet dari peristiwa hari ini adalah bahwa fitrah keimanan yang dimiliki anak, seringkali menjadi pengingat kami sebagai orang tua. Membuat kami malu, bahwa meski sudah banyak tikungan-tikungan yang kami lalui namun kami sering lupa, bahwa hanya kepada Allahlah kami seharusnya kembali ber-rotasi atas segala-galanya. Terimakasih Nak, semoga berkah Allah senantiasa bersamamu.

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

HENNY F LESTARI

0 Comments