“Rayaaaaaan, pakai baju dulu!” teriak saya ketika hendak memakaikan ia baju, dia malah edhang-edhong di depan acara TV kesukaannya, Upin dan Ipin. Padahal saat itu banyak to do list yang harus segera saya selesaikan diwaktu yang sama.

“Rayyaaaaaan, pakai sandal! Awas lho ya nanti digigit semut lagi!

“Rayyaaaaaan, jangan banting mainan! Kalo rusak nanti kamu gak bisa mainin lagi!

“Rayyaaaaaan, jangan acak-acak buku-buku bunda! Itu udah disusun, aduuuuh!

Seharian ini tanpa sadar (atau memang sadar tapi gak merasa salah qiqiqi..) sudah berapa oktaf intonasi suara yang saya layangkan ke Rayyan, si anak super aktif ini.

Boro-boro teriakan tersampaikan ke si bocah, dia malah meniru gaya galaknya saya, yang ada saya makin lelah duluan, alhasil, energi buat beberes malah tekor.

Kalo sudah demikian saya diam sejenak, buka komputer, terus sambat sendiri.. *ciyyyaaaat

Kesempatan bagus nih, hari ini hendak mencoba menerapkan salah satu kaidah komunikasi produktif, yaitu kaidah 7-38-55 (kendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah). Bismillah..

Mainan yang berantakan adalah salah satu objek saya dan Rayyan melatih kekompakan kami.

Biasanya nih, saya udah pusing duluan kalo mau beberes mainan, tersebar keseluruh penjuru, alhasil bener-bener menguras energi dan waktu. Maka setelah sebelumnya saya mulai terapkan mainan perkategori, ketika ia hendak memilih ‘membongkar’ mainan lego, ia saya ajak membereskan terlebih dahulu mainan mobil kecil-kecil  juga kertas-kertas yang kini sedang berserakan diseluruh sudut ruang keluarga.

Ketika ia mulai membuka dus berisi mainan lego, saya segera menarik lembut tangannya kearah saya.

“Dek, bantu Bunda beresin mainan mobilannya dulu yuk. Biar kita bisa duduk enak dilantai yang bersih sambil pasang-pasang lego bareng-bareng” ucap saya dengan meniru gaya khas antusias anak-anak, sembari menuntun nya untuk duduk dipangkuan saya.

“Memang Bunda suka ya duduk kalo lantainya belsih?’ Tanya nya, merespon ajakan saya dengan feedback positif. Yes, apakah ini berhasil?

“Bunda suka dong sama yang bersih-bersih, apalagi Allah lebih suka sama kebersihan dan keindahan karena kata Allah bersih itu sebagian dari iman, kayak surga nya Allah, indaaaaaah dan bersih” jelas saya, kebetulan sekarang-sekarang ini Rayyan lagi kepo to the max sama apa itu surga, sekalian saja saya sisipkan.

“Yuk kita belesin yuk, Nda! Dedek mau rumah kita kayak sulga nya Alloh” ucap nya manis, membuat saya ridho dunia akhirat agar jadi anak yang beruntung.

Benar adanya 7% kata-kata, 38% intonasi suara dan 55% bahasa tubuh dapat mempengaruhi keberhasilan komunikasi kita ke anak. Alhamdulillah, dapat hasil riset baru. Tinggal memikirkan bagaimana caranya agar saya dapat mempraktekan teori ini bahkan dalam keadaan lelah sekalipun. Nak, bantu Bunda berjuang terus ya!

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional