Bismillah, karena satu dan lain hal, tugas ini saya kerjakan diluar jam deadline. Dengan ini saya memohon maaf kepada Ibu Fasil, Ibu Ketua PG, terutama kepada teman-teman sePG, karena saya kemarin tidak bisa mengikuti kegiatan diskusi yang barusan saja saya amati terlihat sangat seru sekali. Mohon dapat dimaklumi. Dan terimakasih sudah banyak mengingatkan saya, perhatian teman-teman sungguh sangat berarti untuk saya.

Tugas ini berusaha saya ‘kejarkan’, meski saya telat submit tugas, dengan harapan saya dapat tetap mengikuti alur prabunsay sehingga tetap bisa memahami alur meski tertatih-tatih, meski sedikit demi sedikit.

Alhamdulillah perhari ini banyak sekali chat yang saya coba skimming, saya coba baca sebisanya, semoga saya bisa paham garis besarnya.

Jika saya telisik, ini mirip sekali dengan pertanyaan di tugas NHW #1 kelas Matrikulasi, dan agaknya jawabannya saya untuk tugas Pra Bunsay kali ini tidak akan berbeda jauh dengan jawaban saya sewaktu di kelas matrikulasi, berikut uraian jawaban saya :

1. ALASAN TERKUAT INGIN MENEKUNI KELAS BUNDA SAYANG?

Alasan terkuat saya tetap ingin belajar kembali di kelas bunda sayang adalah karena perubahan besar yang saya rasakan setelah mengikuti program matrikulasi kemarin. Banyak manfaat dan pencerahan yang saya dapatkan, peran saya sebagai Istri maupun ibu rumah tangga menjadi begitu sangat seru, saya mulai bangga menikmati peran mulia ini, hanya saja masih minus pada tahap manajemen waktu, sehingga dengan mengikuti kelas di tingkat selanjutnya saya berharap saya akan lebih matang, menjalankan dengan baik di niat, baik di manajemen dan baik di hasil akhir.

2. BAGAIMANA STRATEGI MENUNTUT ILMU YANG AKAN ANDA RENCANAKAN DI KELAS INI?

Agaknya kurang lebih masih sama dengan strategi menuntut ilmu yang saya terapkan di program matrikulasi kemarin. Strategi yang akan saya lakukan adalah, sebagai berikut:


  • Membersihkan niat dam meperbaiki adab menuntut ilmu. Atas dasar kekurangan saya tersebut saya membutuhkan pembelajaran yang sistematis.
  • Intropeksi diri. Mengenali apa saja kekurangan diri ini untuk kemudian dicari solusinya. Contoh: saya susah focus, pelupa, kurang sabar, ceroboh, dll.
  • Membuat target sederhana, mudah dicapai, waktunya jelas dan terperinci. Target terdekat saat ini adalah saya mampu memenej rumah tangga a.k.a kegiatan sehari-hari dengan baik tanpa mengabaikan anak dan suami.
  • Belajar dimna saja, dengan siapa saja, kapan saja. Berbekal “magnet energy positif” (intuisi) dan “saringan energy negative” (agama) asalkan ada ilmunya akan saya serap baik-baik.
  • Evaluasi hasil, diskusi dengan keluarga.
  • Bersilaturahim.

3. BERKAITAN DENGAN ADAB MENUNTUT ILMU PERUBAHAN SIKAP APA SAJA YANG AKAN ANDA LAKUKAN DALAM PROSES PENCARIAN ILMU TERSEBUT?

Saya akan:

Berusaha lebih ikhlas (1), membersihkan hati agar cahaya ilmu dapat lebih mudah masuk kedalam hati dan fikiran saya (2), merendahkan hati dan menjauhi sikap “merasa” (3), bersabar dengan proses (4), telaten menuntaskan ilmu beserta tugas yang diberikan (5), berdamai dengan diri (6), menerima keadaan (7), mengendalikan emosi (8), meluruskan niat menuntut ilmu (9) dan mengamalkannya tanpa pamrih (10).

RESUME STUDI KASUS WHATSAPP GROUP DAN PEER GROUP

Berdasarkan hasil diskusi di WAG berkenaan dengan materi pertama ini kesimpulan keseluruhan oleh anggota peer grup, beberapa point, sbb:

1. Bagaimana mengantisipasi godaan saat mengikuti jadwal kuliah dan membuat setoran?


  • Pertama kita harus kuatkan niat utk belajar dan berdoa agar selalu diberi kemudahan dalam menjalankan tugas .
  • Bangun komitmen diri dengan  kandang waktu bahkan jika perlu tempel tulisan sebagai pengingat ditempat yang jelas terlihat agar kita komit.
  • Memanfaatkan grup kecil kita yang sudah dibentuk untuk terus saling mengingatkan dan memotivasi.

2. Jika ada perbedaan pendapat dgn fasil bagaimana sikap kita? Seandainya tidak ada titik temu bagaimana menyikapinya?

Menghargai perbedaan pendapat yang ada dengan santun dan sebagai penghormatan kepada guru.

Jika tidak ada titik temu maka cara kita  menghargai keputusan tersebut adalah dengan sikap legowo dan tetap menjalankan tugas tersebut sesuai keputusan yg diambil sekalipun  berbeda dgn pendapat kita.

3. Bagaimana cara anda berbagi kebahagiaan, manfaat dan hikmah yg telah didapat dari perkuliahan bunda sayang pada keluarga, teman atau lingkungan?

Melakukan hal baik sekecil apapun, sesuai dg kemampuan yg kita punya.

Kita bs sharing dg lingkungan terdekat kita, misal dg ibu2 posyandu, tetangga dan juga anak2 TPA. Ini jg sekaligus mempererat silaturahim.

Berbagi secara online pengalaman kita dari sudut pandang kita, bisa via IG, FB, Blog, Tumblr dll.

4. Kuota penerimaaan mahasiswi bunda sayang masih terbatas. Banyak yang menanti,ada pula yang berhasil. Namun bila ada yang harus mundur, cuti atau remedial.. Bagaimana anda menyikapinya ?

Melakukan pendekatan khusus, menanyakan kendala apa yg dimiliki sehingga harus mengambil langkah cuti bahkan remedial.

Buat PJ harian atau pekanan di peer grup untuk memberikan suntikan semangat serta motivasi, bs dalam bentuk tausyah atau sharing yg telah dilakukan.

Mempersaudarakan anggota tim peer grup, misal A dg B, C dg D, dst, krn kedekatan personal bisa menularkan semangat.