Senin sore, ba'da ashar. Saat bunda sedang masak, bunda teledor, gak liat ada dedek ikut nimbrung didapur. Padahal beberapa menit sebelumnya dedek lagi duduk manis sama Buti (read: mbah uti). Pas bunda lagi (sok) sibuk ngupasin bawang tiba-tiba bunyi "komprang" diikuti jerit tangis dedek. Astagfirullah, bunda nyesel gak sigap, gak gerak cepat buat angkat dedek.

Kaki dedek jadi luka, pasti perih ya nak, perih juga hati bunda liatnya. Lemes, limbung. linglung. Udah di obatinpun kamu tetep manyun aja, gak ada senyum sampe menjelang maghrib, padahal kamu biasanya sumeh, gampang ketawa. Akhirnya bunda ajak keluar, beli es kiko (favorit kamu). Alhamdulillah dedek gak manyun lagi, ceria lagi, lari-larian lagi (meski tertatih-tatih), ngacak-ngacak rumah lagi. Masya Allah, itulah dedek.. energinya gak abis-abis, rasa kapoknya "senin-kemis"

Maafin bunda ya Nak, ini salah bunda. Bunda sudah terbiasa melibatkan kamu dalam setiap aktifitas bunda. Tujuan bunda, biar kami tumbuh jadi anak yang kreatif, berwawasan luas dan mandiri. Dan hal ini akan jadi salah ketika bunda lalai mengawasimu. Ini akan jadi pe-er dan pelajaran buat bunda kedepannya dalam membersamaimu.

Jadilah anak yang kuat dan tegar ya Nak, sehingga disetiap kejadian yang terjadi dalam hidup, akan terlatih dengan baik secara fisik maupun mentalmu. Pahamilah dengan baik bahwa segala yang terjadi itu atas kehendak Allah. Jangan kapok, tapi ambil hikmahnya. Proud of you, 'lil Tiger!

Syafakallah Nak, biar kita jalan-jalan lagi.