TIPS FOKUS BELAJAR BAGI IBU RUMAH TANGGA


Emak dan anak lelaki pembelajar. 

As I have told before, sejak kecil saya gemar belajar. Sifat introvert yang membuat jauh dari pergaulan membuat saya senang sekali kruntelan sama buku. Ditambah sifat ‘pemikir’ yang sungguh merepotkan sekali kalo gak disalurkan dengan baik dan tepat, membuat saya terlatih untuk berpikir cepat, kritis meski kadang gak logis. Iya, meskipun ((sok)) kritis, saya orangnya suka menghayal juga kok. Disekolah, tak ayal sayapun excited sekali jika diharuskan mengerjakan tugas essay, diskusi, presentasi, maupun debat.

Namun, semenjak menikah lalu punya anak, seakan saya terlena dengan kebahagiaan (baca: keruwetan) yang kini saya jalani, kemampuan berpikir kritis dan berpikir cepat yang pernah saya miliki seakan kini sirna bersembunyi entah dimana.

Meski emak-emak, belajar itu tetep penting kan ya, terlebih seorang ibu adalah pembangkit peradaban dari dalam rumah. Al-Ummu Madrasatul Ula, ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Ummu Wa Rabbatul Bait, ibu adalah manajer (pengatur) rumah tangga. Even in English we are known as a Housewife, in identity Card written as Ibu Rumah Tangga, but in Arabic we are known as The Queen of the House. See, that’s why I am so proud to be a Mom. I am proud to be a Muslimah.

Maka demi menjaga eksistensi saya sebagai emak-emak shalihah diera milenials, mengikuti berbagai majelis ilmu adalah salah satu cara saya agar bisa tetap seimbang menjaga fitrah baik yang sudah Allah anugerahkan kepada kita. Sebagai self healing ketika dilanda ‘sifat lupa dan lalai’. Sebagai media pengembangan diri agar emak gak keki menjalankan peran mulia nan multitasking sebagai IBU.

Sekarang nih saya lagi girang-girangnya mengikuti beberapa kelas online, demi menujang kebutuhan jiwa ceritanya mah. Dalam kelas online tersebut, selain menyimak (membaca) materi dan berdiskusi, kita juga akan mendapatkan tugas yang harus dikerjakan secara individu. Nah, disini masalahnya muncul, ya itu tadi semenjak menyandang status milenial’s mom, saya sulit sekali fokus dan berkonsentrasi. Pikiran mudah terpecah, terlebih jika mendengar rengekan anak dan bisikan lembut suami qiqiqi..

TIPS BELAJAR DAN MUDAH BERKONSENTRASI BAGI IBU RUMAH TANGGA

Untuk tetap bisa menjaga fitrah baik yang saya miliki, serta solusi agar tetap bisa menjalankan kewajiban sebagai ibu sekaligus menikmati hak untuk bisa terus menuntut ilmu, saya memiliki kiat-kita sebagai berikut :

1. Mengelompokan Pekerjaan Sejenis Dalam 1 Waktu.

Tahap ini, dalam kelas Ibu Profesional yang sedang saya jalani, biasa disebut ‘kandang waktu’. Cara ini efektif membuat diri kita siap, baik secara fisik dan mental dalam menyesuaikan kebutuhan berfikir juga penyesuaian mood, ketika hendak menyelesaikan jenis pekerjaan tertentu.

2. Pilih Waktu Yang Baik Bagi Otak.

Contoh nih ya, ketika hendak melakukan pekerjaan yang membutuhkan mood, gairah dan semangat yang baik, sebaiknya dilakukan pada jam 7-9 pagi. Karena pada rentang waktu tersebut tubuh dalam keaadan yang prima. Pada tulisan selanjutkan saya pingin uraikan tips mengenali waktu terbaik bagi otak dalam menjalankan beberapa jenis pekerjaan tertentu, semoga dimudahkan.

3. Belajar Ditempat Yang Tenang.

Belajar dirumah, khususnya ditempat tertutup lebih utama ketimbang ditempat yang terbuka. Namun, berhubung mood emak naik turun, sesekali belajar di taman atau coffee shop juga oke lah yaa, asal gak kebanyakan gangguan dan interupsi aja. Tapi tetep tempat belajar ternyaman saya adalah dirumah, karena ide itu datangnya gak assalammualaikum, pulangnya gak waalaikumsalam. (baca : tiba-tiba, mak bedhundhuk!)

4. Tidak Mendengarkan Musik.

Ini pilihan sih ya, tergantung kebiasaan juga. Saya gak antimusik, muda nya saya rajin dengerin western music, playlistnya masih nangkring di memori PC. Hanya saja sejak hamil Rayyan saya terbius sampai sekarang, dibuatnya saya risih mendengar suara musik, sulit mendapat ketenangan, dan mudah emosian. I don’t know why, I just think it is a gift from Allah through the presence of my son. Jadi boro-boro musik bisa membantu konsentrasi, wong dengerin suara TV aja saya feeling blank. Yeah, let’s say I am katrok! :D

5. Berpuasa.

Saya ketika sesekali berpuasa sunnah, MasyaAllah, pikiran mudah sekali terbuka, lapang dan mudah menerima ilmu. Semoga Allah ridho dan memudahkan jalan kami menuju kebaikan, Aamiin ya Rabal’alamin. Belajar dalam keadaan lapar lebih utama dibandingkan dalam keadaan kenyang. Ketika perut kita kenyang, rasa malas dan kantuk pun diam-diam menyergap.

4 Comments

  1. Tips yang bisa dicontoh buat para buibuk mbak, saya belum menikah dan ilmu ini sangat berguna kelak ketika saya berumah tangga 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip Mba, semoga bermanfaat, semoga kelak dikaruniai pernikahan yang langgeng ya.. :)

      Delete
  2. Terima kasih tipsnya. Ada kepengen buat kuliah lagi, karena seorang ibu tuh harus pinter kan ya. Tapi memang kendala tempat dan waktu kalau udah punya anak mana tega ninggalin anak kan. Jadi kelas online lumayan buat bikin ibu bisa terus belajar dan memaksimalkan kinerja otaknya.

    ReplyDelete
  3. Semoga bermanfaat Mba..

    Betul Mba, manusia itu tempatnya lupa, terus belajar adalah salah satu solusi untuk perbaikan dan pengembangan diri kita..

    ReplyDelete