GANTI KATA ‘TIDAK BISA’ MENJADI ‘BISA’




Hari ini saya dan Rayyan membuat janji playdate bersama Tante Putri dan Uce di taman bermain di kawasan Lumina City. Ini kali pertama saya dan Rayyan berkunjung kesini. Taman yang memiliki beberapa wahana anak seperti perosotan, jungkat-jungkit, ayunan dan lain-lain.

Wahana-wahana tersebut berada di satu spot lokasi yang sama dengan kumpulan pasir putih yang tentu saja sangat disenangi anak-anak seperti Rayyan dan Uce. Selain itu, ada spot menarik lainnya seperti lapangan yang ditumbuhi rumput Jepang. Sungguh benar-benar memanjakan anak-anak dengan segala imajinasinya.

Rayyan dan Uce kami bebas bermain, sedang kami para mama duduk diantara kursi tunggu yang tersedia disana, sambil tetap mengawasi anak-anak bermain dengan riangnya.

Wahana pertama yang Rayyan pilih untuk bermain adalah perosotan. Ia naik tangga-tangga kecil dengan girangnya namun ketika sampai di tangga yang lebih besar ia berteriak pada saya “Bundaaaa, dedek gak bisaaaa”

Nah, ini kesempatan saya coba menerapkan kaidah komunikasi produktif GANTI KATA ‘TIDAK BISA’ MENJADI ‘BISA’.

Saya mendekati Rayyan yang tengah bingung hendak naik tangga atau urung. Saya membelai kepalanya dan berbisik “ayok dedek pasti bisa”

“Susah Nda, nanti dedek jatuh, nanti kepalanya benjol, dedek gak mau” keluhnya polos. Dari kalimat yang ia utarakan, saya sadar ada kesalahan saya yang selanjutnya jadi PR saya untuk segera saya perbaiki. Secara tidak sadar saya membuat ia mudah pesimis, huuuu huuuu... akibat tidak produktifnya kata-kata yang biasa saya sampaikan.

“Cobak liat bunda sini” ajak saya, berusaha menciptakan momen baik. “Dedek pinter, dedek pasti bisa naik, bunda bantu pegangin kaki dedek ya!” saya menambahkan, merayu, agar ia merasa mendapat dukungan.

Dengan gemetar ia menaiki tangga besar itu, dan ia berhasil. Begitu tau rasanya berhasil, dia senang dan mencoba turun melalui perosotan dan mengulangi naik tangga besar tersebut tanpa meminta bantuan saya lagi. Alhamdulillah ia mampu belajar dan menyesuaikan diri dengan cepat terhadap suatu tantangan.

Hikmah yang saya dapat dari momen ini, sesungguhnya setiap anak itu terinstal berbagai fitrah dan bakat yang luar biasa. Terkadang kami sebagai orang tua terlalu sering melarang ini itu yang imbasnya mengikis kemampuan alamiah yang ia miliki. Semoga kami sebagai orang tua lebih peka terhadap berbagai fitrah baik yang ada didalam diri anak kami. Semoga kami terus dipandaikan dan bijak dalam membersamai tumbuh kembang anak kami, aamiin.  

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

2 Comments

  1. Penting sekali ya mbak mengganti kata 'tidak bisa' menjadi 'bisa'. Terdengar sepele namun terkandung motifasi yg tinggi utk bisa melakukan sesuatu yg saat ini belum bisa dilakukan

    ReplyDelete