Ba’da isya tadi kami menghadiri sebuah acara peringatan hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, di Masjid sekitar lingkungan tempat kami tinggal, yaitu di RW 08, Kecamatan Cibodas.

Acaranya memang baru akan dimulai setelah Isya, namun Rayyan, si anak Shalih ini sudah bersemangat meramaikan acara dari sebelum azan Maghrib. Ketika maghrib tiba, ia segera melaksanakan shalat bersama Ayah dan Mbakung nya. Selepas shalat ia kembali ke lokasi dimana peringatan Isra’ Mi’raj akan diselenggarakan. Sungguh anak yang bersemangat sekali, Alhamdulillah..

Menyadari karakter Rayyan yang pemberani, mudah bergaul, mudah beradaptasi serta memiliki energi, percaya diri dan semangat yang besar terhadap banyak hal membuat saya takjub sendiri, mengingat saya justru memiliki karakter yang berbanding terbalik dengan Rayyan.

Alhamdulillah, bersyukur sekali Allah perbaiki generasi penerus saya dengan sifat yang lebih baik. Karena menjadi pribadi minder dan penakut seperti Bunda nya ini adalah hal yang sungguh tidak nyaman sekali. Rayyan sepertinya lebih dominan mewarisi sifat ayahnya.

Atas rasa bangga saya yang membuncah terhadap banyak momen yang Rayyan tunjukan kepada saya, kali ini saya ingin menunjukan rasa pujian saya dengan jelas dan produktif.

Kenapa jelas? Kenapa produktif? Agar Rayyan paham hal-hal apa saja yang membuat bundanya ini bangga, tidak sekedar melontarkan kalimat menghibur, namun disertai hal apa saja yang baik, dan seharusnya tetap dilakukan seterusnya.

“Alhamdulillah, bunda seneeeeeng banget dedek berani berangkat sholat sendiri dan mau ikutan acara-acara di mesjid, karena shalih itu berani dan taat sama Allah..” ucap saya, berbinar, menatap wajah Rayyan.

Ia tersenyum imut, dan berkata “kenapa Bunda seneng? Kalna dedek berani ya?

Barakallahu fiik, Muhammad Rayyan Abqori..

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional