MELATIH ANAK MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA


MasyaAllah Tabrakallah, momen pertama Rayyan bisa kupas telur sendiri (3y)



Rayyan ini pinter sih ‘kalau disuruh’ buang sampah pada tempatnya, Alhamdulillah nurut dan langsung dilaksanakan, tapi ya kalo gak ada instruksi, dia gak akan buang sampah ditempatnya. digeletakin aja gitu sembarang, diruang tv, dikasur, dilantai kamar. Akibatnya rumah jadi banyak semut dan binatang pecinta jorok lainnya.

Sebenernya, asal Rayyan mau disuruh buang sampai saja sudah lumayan, tapi kok ya harus disuruh dulu, kalo pas saya lagi gak ada ya bagaimana gitu. Sepertinya belum ada ‘cinta’ diantara saya, Rayyan dan kebersihan.

Hari ini tadi, ketika ia selesai pipis dari kamar mandi (ia selalu melepas celana nya setiap akan pipis) ia seperti biasa ((masih)) meminta tolong saya untuk memakaikan celana nya. Apesnya saya gak lihat-lihat dulu, itu celana ada semutnya apa enggak. Alhasil Rayyan digigit semut nakal, yang entah sejak kapan berada di celana nya.

Ia meringis, rewel karena merasa gatal akibat gigitan semut tadi, sembari saya olesi paha nya dengan minyak kayu putih saya ambil momen tersebut sebagai ‘alat bantu’ saya.

“Wah kok banyak semut ya? Coba kita lihat dari mana ini semutnya! Wah ternyata dari kotak susu nya Mas Rayyan nih! Bagusnya gimana ini ya?” Saya mencoba mengajak Rayyan menelusuri barisan semut dan penasaran kira-kira apa ya tanggapannya?

“Dedek gak mau buang susu sembalangan lagi, Nda! Semutnya nakal gigit dedek, gatal Nda” Ucapnya, ngedumel. Sembari bergegas membuang sampah kotak susunya ke tempat sampah di beranda rumah.

Oke, done. Kali ini saya sih menyuruh dia buang sampah, ia lakukan karena ada sesuatu yang tidak menyenangkan yang ia alami. Semoga dengan pahamnya ia tentang sebab-akibat ia jadi punya kesadaran ‘kenapa harus buang sampah ditempat sampah’

Insyaa Allah besok kita evaluasi lagi..

Masya Allah, Tabarakkallah ya Rayyan.

#harI5
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang 
@institut.ibu.profesional
  

0 Comments