MELATIH KEMANDIRIAN (3) : TOILET TRAINING



Teringat dulu sewaktu ia masih pakai popok sekali pakai, teringat ketika betapa nelangsa nya saya tidur dengan badan yang ikut terkena ompol anak setiap harinya. Ketika sulit sekali ibadah, karena rumah gak bisa lepas dari najis ini.

Rayyan (3y 11m) sudah telaten bab dan bak dikamar mandi. Dimulai ketika saya sounding untuk pipis sebelum bobok, saya bangunkan ia setiap 2 jam sekali untuk saya ajak pipis, saya puji ia ketika hari pertama ia tidak mengompol lagi. Tepat diusianya yang 2y 4m, ia sempurna tidak lagi mengenakan pospak disiang hari dan dimalam hari.

Saya pernah dibilang terlalu saklek, usia segitu mah belum wajib lepas popok, ujar salah seorang tetangga. Namun saya merasa untuk menjaga fitrah baik adalah keharusan, anak pada dasarnya nyaman terhadap hal yang bersih. Karena hal itulah maka saya manfaatkan momen tersebut untuk membimbingnya agar tetap menyukai kebersihan, dengan menerapkan toilet training sedini mungkin.

Dulu ketika Rayyan terlalu sering minta diganti popoknya padahal baru sekali pipis saya sempet jengkel dan malas untuk menuruti segera mengganti popok. Namun Alhamdulillah, saya segera tersadar itu tanda bahwa Rayyan akan lebih mudah utuk segera mulai diarahkan  Toilet training

Saya menyesal menjadi ibu yang bawel, namun hal tersebut membantu sekali agar Rayyan mau cebok acapkali ia selesai pipis dikamar mandi.

Pe-er saya saat ini adalah mensoundingnya agar mau menyeka kaki bekas ceboknya sebelum ia keluar kamar mandi, dan kemudian memakai celana nya sendiri. Yak betul, hari ini masih tentang memakai celana sendiri, dan belum berhasil.

Saya gak menargetkan terlalu cepat, Rayyan harus bisa memakai celananya sesegera mungkin. Karena selama ini, metode yang paling ampuh membantu saya menuju keberhasilan dalam membersamai Rayyan adalah berdamai dengan proses, berdamai dengan diri, bersabar.

#harI4
#gamelevel2
#tantangan10 hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang 
@institut.ibu.profesional

0 Comments