HAMIL !


“Catatan kecil ini aku temukan di atas meja, aku memang tidur duluan dari dirimu, lalu ketika terbangun aku membaca nya dan menjadi begitu haru..”

Semalam kami mengunjungi dokter, kata mamaku, seharian aku seperti orang teler.

Seharian lemes, tiduran aja, gak berdaya upaya. Mama ngomel, kenapa katanya, khawatir dengan apa yang terjadi sebenarnya dan membawaku berobat segera.

Dimana suamiku? Mas suami saat itu belum pulang dari tempat ia bekerja. Aku menelpon, agar setelah sepulang nya ia bekerja, langsung menjemputku, gak pake lama. Jemput sesegera mungkin, entah mengapa saat itu aku sangat amat kelewat manja.

Agak aneh, dokter memintaku menggunakan testpack, hatiku agak menolak, aku memang tidak buru-buru ingin punya anak, masak sih aku hamil, ah rasanya, tidaak!

Qadarallah.. the two stripes itu benar-benar nyata. Rupanya aku sudah berbadan dua, antara bahagia, takut dan kecewa. Bahagia karena, you know laa. Takut dan kecewa karena diri belum siap paripurna.

Dalam galau, pikiranku agak kacau, aku keluar klinik dengan hati meracau.

Bertemulah aku dengan mas Suami yang baru saja tiba, aku menyalaminya sembari berkata, “Selamat, kamu akan jadi Ayah”

Mas suami sumringah, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Alhamdulillah..” ucapnya pasrah, hanya raut muka nya saja yang terlihat banyak ulah.

Dirumah, sholat isya berdua, menangis sejadi-jadinya. Momen inilah yang rupanya ia damba-damba. Ingin sekali punya anak lelaki, katanya. Entah mengapa, itu menjadi sholat terkhidmad yang serta merta kurasa, doa yang tertata, rasa syukur yang menggelora, menjadi bagian dari sholat isya kami yang luar biasa.

Karena aku sedang benar-benar tidak sehat sempurna, aku izin padanya untuk tidur duluan saja.

Aku yang merasa belum siap ini, membaca secarik tulisan tersebut menjadi malu dan bangga sendiri, karena dia, si pujaan hati, finaly akan menjadi ayah bagi anak dalam rahimku ini.

Aku yang banyak kekurangan ini, merasa tidak percaya diri, ternyata akan ada sesosok mungil bayi, yang akan lahir dari perutku ini..

MasyaAllah, tabarakallah.

Catatan Lawas,
Tangerang, 30 Oktober 2014.

#BelajarRima, ternyata susah uugaa :D

1 Komentar