SAYA GAK SONGONG, SUMVAH! SAYA CUMA SEDANG BELAJAR BERSYUKUR



Kali ini sedang ingin introspeksi diri sendiri nih ceritanya. Mengalirkan sedikit rasa. Berhubung lagi belum nangkep sinyal-sinyal cinta buat bikin artikel inspiratif.

Hari ini saya sedang butuh energi positif, banyak sekali yang terjadi. Sampai saya tidak punya waktu untuk menghibur diri sendiri.

Saat ruwet seperti ini, munculah cuplikan-cuplikan keinginan yang sampai saat ini belum bisa saya lakukan, bahkan memulainya saja belum. Lalu munculah pertanyaan kurang produktif “mengapa tugas saya sebagai ibu begitu banyak? Sehingga membuat saya terlalu lelah untuk mencapai keinginan”

Okelah, kata paksuami, dalam beberapa bidang yang aku minati, aku cukup berbakat, (Alhamdulillah.. Terimakasih Paksuami, sejak mengenalmu kini aku bisa ‘switch’ menjadi pribadi yang lebih percaya diri)

Versi paksuami, aku punya bakat. Tapi aku gak punya 'energi lebih', apalagi sekarang kan aku udah jadi ibu, siapa lagi yang paling bertanggung jawab atas perkembangan seorang anak kalo bukan ibunya (juga ayahnya sih). Masak iya tetangganya?

Nah, ketika aku menggeluti apa yg sedang aku senangi, tetiba saja anak butuh bundanya.. aku bisa apa? Anak itu anugerah Allah, malu atuh sama Allah kalu diurusin nya belakangan. Jadi begitulah siklusnya..

Itulah mengapa, aku berdamai dengan diri, aku prioritaskan anak, ketimbang egoku. Trus, gimana dengan rezeki? Tenaaaang, urusan rezeki itu hal sepele sekali bagi Allah. Aku sih iyes!

Tugasku saat ini melangsungkan hidup sebagai ibu, manajer keluarga. Mengatur urusan keluarga se efisien mungkin ala ala manajer sungguhan. Pokoknya gimana caranya urusan rumah simpel, anakpun terdidik mandiri.

"Sabar Maaak, akan ada waktunya kita menggapai impian. Selesaikan saja dulu urusan surga, maka dunia akan mengikuti.." Teriakku, ((dalam hati))

Untuk bisa bangkit dari kejenuhan hari ini, saya coba menerapkan kaidah komunikasi produktif pada diri sendiri, yaitu mulai menciptakan pikiran positif, dengan kata-kata positif.

Soalnya, karena kalo sudah jenuh begini, biasanya saya susah buat switch, moodboosternya kadang ngerepotin warga seisi rumah.

Does it work? Let’s see tomorrow..

In Frame : Di atas kapal laut, menyusuri Selat Sunda, diantara Merak - Bakauheni. Wefie ditemani Anak Gunung Krakatau yang menyembul malu-malu.

Henny F Lestari

3 Comments

  1. Nggak apa, Bu. Semua ada waktunya. Btw, ngeblog tiap minggu sekali juga hal berguna, lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyesh, itu dia Mba.. Moodbooster saya ini, salah satunya ya menulis gaje kayak gini haha.. Trims, Mba Dee.. sudi mampir hihi..

      Delete
  2. Banyak-banyak nulis mbak, sapa tau bisa bikin hati gembira. Kaya saya, nulis buat menghilangkan kejenuhan. Ntar abis nulis, dibaca, terus ketawain tulisan sendiri, wkwkwkwk.

    ReplyDelete